Sewaktu itu hujan turun di pertengahan Juni.
Saat pertama kali aku melihatmu dengan payung birumu menghampiriku yang tertegun menunggu hujan.
Lalu, aku dan kami melewati gemercik hujan dibawah payung kenangan itu, tak ada kata terucap dari bibir kita berdua.
Hujan tepat reda di persimpangan jalan, terimakasih atas tumpangan payungnya, dan kamu membalas dengan kalimat yang mengawali perjalanan ini "Sampai bertemu di hujan berikutnya".
Entah kenapa sejak saat itu, aku suka hujan.
8/07/2017
Pertemuan Pertama
9/27/2016
Rindu itu memang berat
Rindu itu memang berat apalagi rindu pada orang yang tidak sepantasnya kita rindukan. Ya benar, aku masih membahas tentangnya, masih berkutat tentang perasaanku yang belum juga habis untuknya. Aku sekarang tidak mengetahui kabarnya, tidak tahu dia sedang berada si kota mana, tidak tahu dia bahagia atau tidak. Selalu saja aku memikirkannya, dia mungkin sudah tak ingat lagi kepadaku, aku yang dulu selalu diperhatikannya, selalu menelponku, selalu ada gombalan di setiap percakapan kita, selalu berkata "aku kangen kamu", selalu menjadi orang yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun, selalu dan selalu ada untukku. Aku rindu kamu hingga air mata ini sudah tak sanggup menetes lagi. Aku rindu kamu hingga dada ini sesak. Aku rindu kamu tapi aku hanya bisa diam bersama kerinduan yang dalam ini.
Dari perempuan yang selalu merindukan kamu.
Untuk kamu, laki-laki yang tidak sepantasnya dirindukan.
5/15/2016
Selamat malam untuk kamu yang sudah milik perempuan lain.
Dari aku, perempuan yang masih ingin bertemu kamu.
9/12/2015
Malam Minggu Kesekian Tanpamu
12/26/2014
11/30/2014
Aku Rasa Kamu Telah Berubah
10/28/2014
Terimakasih...
Malam ini air mataku tumpah saat mengetahui suatu fakta. Aku ingin bertanya kepadamu, Kenapa kamu tega ‘memainkan’ perasaanku? Kamu bilang kamu sayang sama aku, kamu bilang kamu sudah tidak menjalin hubungan dengan seorang perempuan itu. Tapi apa?? Aku lihat di akun facebook mu sebuah tulisan status dia tentangmu, lebih tepatnya tentang kalian. Aku bodoh, kenapa aku langsung percaya kepadamu?? Mustahil kamu masih menyimpan rasa yang dulu pernah kau berikan hanya padaku. Aku hanya terlalu kepedean, terlalu yakin akan rasaku ini terhadapmu, tapi kenyataannya keyakinan perasaanku tak sebanding dengan perasaanmu.
Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas rasa sakit yang telah kauberikan ini. Aku akan pergi dari kehidupanmu. Aku berusaha akan melupakan kamu, meskipun aku tak tahu kapan aku bisa melakukannya. Kamu berhak bahagia dengannya, bukan denganku yang terlalu rapuh saat menerima kenyataan ini. Terimakasih sudah mengijinkanku untuk ‘memiliki’ hatimu meskipun itu fana. Terimakasih sudah membuat hari-hariku diiringi senyum akhir-akhir ini. Terimakasih atas rayuan-rayuan kamu meskipun itu hanya terucap lewat mulutmu bukan dari hatimu. Terimakasih sudah membuat aku merasa menjadi perempuan yang paling bahagia. Terimakasih karena kamu berhasil menjadi inspirasi dalam khayalanku. Terimakasih atas harapan yang sempat kamu berikan kepadaku. Terimakasih atas obrolan dan candaan hangat yang kamu lontarkan lewat telepon. Terimakasih atas perhatian kamu. Sekali lagi terimakasih dan semoga kamu benar-benar menemukan kebahagiaanmu.
Dari aku, perempuan yang terlalu berharap lebih akan perasaanmu.
Untuk kamu, lelaki yang membuat air mataku tumpah malam ini.
10/02/2014
Tentang Aku dan Kamu
6/25/2014
sepi
6/05/2014
Dari perempuan yang masih menyimpan hatinya untukmu
5/19/2014
Keputusan, 14 Mei 2014
Kamu dan Lembaran Baru (4)
Hari-hariku sekarang dipenuhi dengan kehadiranmu, ada kalanya kita bahagia, ada kalanya kita kecewa. Tak jarang aku kecewa karenamu, begitu...
-
TUGAS KIMIA F...
-
Pertama kali mendengar dari seorang Dosen kuliah. Ada rasa ngga percaya kalo minyak tanah bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Beli...